HeadlinePilihan Editor

Peran Inspektorat di Daerah Dinilai Seperti “Macan Ompong”

Kenerja Inspektorat kelihatan tanpangnya sangar sekali pada saat melakukan pemeriksaan di semua Organisasi perangkat Daerah (OPD).Namun faktanya mereka tak punya taring untuk menggigit alias ompong

Bondowoso,Suara Keadilan .Com. Salah satu anggota DPRD Kabupaten Bondowoso yang namanya enggan disebutkan menyampaikan bahwa,pihaknya menilai Inspektorat Daerah belum bekerja maksimal.

Dalam mengawasi dan menyelidiki kasus penyelewengan Proyek yang ada dilingkungan Pemerintah Daerah.
Bahkan ada yang menyebut kinerja Inspektorat mirip ‘Macan Ompong tumpul keatas tajam kebawah,”katanya.

“Ketika membandingkan realisasi penyerapan anggaran dan pagu anggaran pada Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten melalui laporan pertanggung jawaban Bupati Tahun2021(LKPj).

Diataranya pelaksanaan pada pengawasan sebesar Rp 1.116.485.700,- dan juga penanganan pengaduan kasus sebesar Rp 372.535.000,00,- berikut dengan penggunaan uang untuk menindaklanjuti hasil temuan dan pengawasan Rp 240.497.000,-.

Kenerja Inspektorat kelihatan tanpangnya sangar sekali pada saat melakukan pemeriksaan di semua Organisasi perangkat Daerah (OPD).

Namun faktanya mereka tak punya taring untuk menggigit alias ompong untuk menggigit BM SDA Dan BK.

Pasti kalau laporan hasil auditnya semua masuk kategori asal bapak senang (ABS). Buktinya, setelah diaudit BPK RI banyak ditemukan penyelewengan keuangan di masing – masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu bukti dan sangat mencengankan sekalibahkan kecewa berat, karena Berdasarkan hasil temuan Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso dilapangan bahwa, BM SDA Dan BK selama kurun waktu 1Tahun 2022.Hanya mampu membangun infrastruktur jalan sepanjang 28,6 km dari target 42,14 km. Jadi masih ada sisa 13,54 km.

Selain hal tersebut diatas banyak proyek yang dikerjakan tidak tepat waktu.Sehingga,yang menjadi korbannya adalah kontraktor.Hal ini akibat dari perencanaan yang dikerjakan secara serampangan.

Bahkan,amburadul sekali karena semua dikerjakan sendiri tanpa melibatkan kosultan perencana inilah mudus yang selama ini digunakan oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah.

Sementara dilain pihak Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bondowoso H.Tohari saat dikonfirmasi oleh Media ini melalui tlpn seluler terkait dengan kinerja Inspektorat dalam kurun waktu 1 tahun 2022 banyak temuan salah satunya hasil temuan dari Komisi III DPRD.

Komisi I sebagai mitra kerjanya H.Tohari sebagai Ketua Komisi DPRD hanya menjawab,siaaap,” (DAR) 18/1/2023.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker