KriminalPilihan Editor

Kasus Perkara Pembacokan Pelaku Akui Telah Siapkan Uang Damai Rp100 Juta.

Sementara pelaku (Na'at) dalam persidangan mengakui bahwa telah membacok korban menggunakan parang/pedang. Dan sebelumnya pelaku juga telah menyiapkan uang Rp.100 juta sebagai tanda damai kepada korban,namun korban menolaknya dan minta kasus ini dilanjutkan

Bondowso.Suara Keadilan.Com.Sidang kasus pembacokan yang melibatkan tersangka bernama Na’at Adi Kurniawan dan korban bernama Mohammad Hambali dengan Tkp Desa Pakuwesi,sidang tersebut digelar di Kejaksaan Negeri kabupaten Bondowso Rabu,(15/12/2021) kemaren.

Sidang perkara pembacokan digelar secara virtual,sidang hanya boleh diikuti oleh pihak yang berperkara saja,jurnalis pun hanya bisa meliput jalannya persidangan dari luar tempat sidang.

Hambali (korban) saat ditemui usai persidangan,mengatakan bahwa majelis hakim menanyakan seputar kejadian pembacokan tersebut.dari mulai awal cekcok mulut dengan pelaku hingga berakhir dengan pembacokan.

Hakim juga bertanya mengenai sajam yang dipake oleh pelaku dan dari mana pelaku mendapatkan sajam tersebut mengingat saat awal kejadian cekcok mulut dengan pelaku sampai terjadinya adu fisik,sama sama tangan kosong.

“Saya menjawab semua pertanyaan hakim sesuai fakta yang terjadi dilapangan tanpa ada yang ditutup tutupi,termasuk parang yang dikirim oleh orang misterius yang digunakan oleh pelaku,karna semua ini menyangkut keselamatan nyawa saya sendiri. Kata hambali.

Sementara pelaku (Na’at) dalam persidangan mengakui bahwa telah membacok korban menggunakan parang atau pedang.

Yang sebelumnya pelaku juga telah menyiapkan uang Rp.100 juta sebagai tanda damai kepada korban,namun korban menolaknya dan minta kasus ini dilanjutkan.

“Sebetulnya saya sudah menyiapkan uang tanda damai sebesar Rp 100 juta untuk diberikan kepada hambali (korban). Namun yang bersangkutan menolaknya ” .terang Na’at saat persidangan berlangsung.

Diketahui usai melaksanakan persidangan hambali (korban) menyerahkan sebuah surat untuk diberikan kepada Kejari bondowso. Selain itu dirinya juga meminta kepada Penegak Hukum agar pelaku di hukum seberat- beratnya.

Karna mengingat kejadian malam tersebut,pelaku benar-benar mau menghabisi nyawa saya dengan parang atau pedang.

Bahkan korban sampai saat ini masih mengalami traumah atas kejadian yang menimpanya. imbunya. (rio)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker